Posts

Indonesia and IFRS Standards: What does the future hold?

Image
On 25 May the IFRS Foundation and the Indonesia Financial Services Authority (OJK) jointly held a stakeholder event in Jakarta to discuss Indonesian convergence with IFRS Standards, and we have highlights from the event below. It followed an announcement by the Trustees of the IFRS Foundation, the Indonesia Financial Services Authority (OJK) and the Institute of Indonesia Chartered Accountants (IAI) of their intention to deepen cooperation as Indonesia develops its plans to achieve full convergence with IFRS Standards. Click here to find out more about this  Joint Statement . The stakeholder event was attended by regulators, industry bodies, standard-setters, businesses and investors, and was a broad discussion on Indonesia and IFRS Standards set within the context of growing support for IFRS Standards within the ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) economic community. It was part of a broader series of meetings which included the IFRS Foundation's Trustees me...

IAI Siapkan Pilar Baru SAK untuk UMKM

Image
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang senantiasa mendukung penegakan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan entitas di Indonesia. Dalam rangka mewujudkan UMKM Indonesia yang maju, mandiri, dan modern, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI telah mengesahkan Exposure Draft  Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (“ED SAK EMKM”) dalam rapatnya pada tanggal  18 Mei 2016.   Dengan disahkannya ED SAK EMKM ini, maka standar akuntansi keuangan di Indonesia nantinya akan menjadi lengkap dengan tiga pilar standar akuntansi keuangan, yakni SAK Umum yang berbasis IFRS, SAK ETAP, dan SAK EMKM. Masing-masing pilar utama tersebut merupakan dukungan infrastruktur dalam konteks standar akuntansi keuangan yang dapat mencerminkan esensi dari entitas dunia usaha di Indonesia, yaitu: SAK Umum yang berbasis IFRS merupakan standar akiuntansi yang mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi-transaksi yang di lakuka...

BAZNAZ dan IPB mencoba menghitung

Image
BAZNAZ dan IPB mencoba menghitung, berdasarkan PDB tahun 2010 potensi zakat di Indonesia sebesar Rp. 217 Triliun. Dengan metode esktrapolasi, potensi zakat tahun 2015 sebesar Rp. 280 triliun dan realisasinya diperkirakan Rp. 4 triliun atau kurang dari 1,4% dari potensinya. Realisasi pengumpulan zakat, infak dan sedekah yang diperoleh BAZNAS dalam laporan tahun 2015 sebesar Rp. 98.473,1 juta atau naik 18,72% dibandingkan 2014 hanya sebesar Rp. 82.947,4 juta. Sementara lembaga amil zakat Dompet Duafa menurut laporan kinerja sampai Oktober 2014 mampu mengumpulkan dana sebesar Rp.195.747,7 juta sedangkan LAZIZ NU dari data laporan 2013 hanya sebesar Rp. 7.400 juta. Penduduk Indonesia menurut perkiraan BPS tahun 2015 sebesar 255,5 juta jiwa dan di tahun 2035 akan mencapai 305,4 juta jiwa. Asumsi jumlah muslim Indonesia 83% dari populasi maka potensi wajib zakat tahun 2015 sebanyak 212 juta jiwa dan di tahun 2035 mencapai 253 juta jiwa. Harga beras rata-rata tahun 2015 sebesar Rp. 9....

Souvernir Wisuda

Image
Bagi calon wisudawan/ti tidak lengkap rasa nya tanpa souvenir yang satu ini , kami dari HIMA Akuntansi Bung Hatta menyediakan PLAKAT dan MEDALI serta SELEMPANG , dengan harga terjangkau 👍🏻 dan kualitas 👍🏻 PRIMA. 🎊 🎁 🎀 Kami juga menyediakan : Paket A > Plakat + Medali + Selempang Paket B > Plakat + Medali Untuk info selanjutnya Silahkan langsung hubungi CP : Disty 0823 8977 9667 Bbm 56901668 Line hmj akt : @avb2303e Bagi yang pesan banyak, tunggu kejutan dari kami 🎉 🎉 👏🏻 🙏🏻 FIND US ON !! FP : HMJ Akuntansi UBH FB : Hmj akuntansi universitas bunghatta Twitter: @hima_akt_ubh INSTAGRAM: @hmjaktubh LINE ID :  @avb2303e Email : hmjakuntansi_ubh@yahoo.com

Rupiah Rp13.829, Ini Harga Jual-Beli di Empat Bank

Image
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini mengalami pelambatan. Rupiah nampaknya masih terpukul dengan penguatan dolar AS. Melansir yahoofinance, nilai tukar Rupiah melemah 22 poin atau 0,16 persen menjadi Rp13.793 per USD. Yahoofinance mencatat pergerakan harian Rupiah berada di kisaran Rp13.770-Rp13.867. Sementara Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan non-delivery forwad (NDF), melemah 48 poin atau 0,3 persen menjadi Rp13.829 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.808-RP13.855 per USD. Adapun nilai tukar Rupiah di empat bank besar di Indonesia, yakni: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada pukul 08.17 WIB Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp13.745 per USD, dan kurs jual sebesar Rp13.895 per USD. Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.670 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.890 per dolar Singapura. Yen Jepang, dengan kurs beli sebesar Rp110 per yen, dan kurs jual sebesar Rp1...

BI Waspadai Tiga Kondisi Ekonomi Dunia

Image
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mewaspadai tiga kondisi perkembangan ekonomi dunia. Pasalnya, ketiga kondisi tersebut dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia . Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, sebetulnya kondisi ekonomi di dalam negeri sudah banyak perbaikan. Hal ini terlihat dari inflasi yang sudah terkendali dan defisit transaksi berjalan yang mengecil. "Kita lihat 2013-2014 inflasi ada di atas 8 persen dan sekarang inflasi di 2015 di akhir tahun akan di bawah empat persen. Kita juga lihat di tiga tahun terakhir, ada defisit yang besar pernah sampai USD29 miliar dan 2015 diprediksi USD18 miliar," kata dia dalam acara Indonesia Economic Outlook di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015). Meski mengalami beberapa perbaikan, Agus menyatakan, ada tiga kondisi perekonomian dunia yang perlu diperhatikan. Sebab, nantinya perekonomian Indonesia akan ikut terpengaruh dengan hal tersebut. "Ada tia hal yang harus diwaspadai. Pertama pertumbuh...

Nominal Rupiah Tak Relevan dengan Matematika di SD

Image
JAKARTA - Nominal mata uang Rupiah disebut tidak relevan dengan pelajaran pendidikan formal. Oleh sebab itu, perlu adanya redenominasi atau penyederhanaan mata uang Rupiah. "Belajar empat tambah tujuh (sama dengan) sebelas. Begitu dia mau beli permen. Hitungannya 5.000. Loh ini apa. Enggak nyambung dengan hitung-hitungan di sekolah dengan realita sehari-hari," jelas dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015). Menurutnya, hal tersebut dapat merusak otak lantaran ketidakrelevanan ya n g ada. Terlebih untuk siswa siswi yang masih di tingkat sekolah dasar. Oleh sebab itu, perlu adanya redenominasi untuk mata uang Rupiah. Meskipun, hingga saat ini banyak kecurigaan tidak beralasan dari banyak pihak terkait rencana tersebut. "Redenomiasi ada semacam kecurigaan atau apa kemudian diputar-putar logikanya jadi kecurigaan. Padahal memang mereka tahu uang segepok untuk ditukar dengan real dapatnya berapa lembar," kata Darmin. Sekedar infor...